Puluhan Pekerja Luka Diserang OTK di Kebun Sawit Rohul

Ahad, 16 Agustus 2026 | 14:28:12 WIB
Ilustrasi penyerangan

iniriau.com, ROHUL – Puluhan pekerja kebun sawit terluka setelah diserang sekelompok orang tak dikenal (OTK) di Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Jumat (14/8/2026).

Para korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tambusai Utara pada Sabtu (15/8/2026). Polisi juga memeriksa korban dan melakukan visum.

Salah seorang korban, Gunawan (31), mengatakan penyerangan terjadi saat pekerja sedang beristirahat di mess setelah membersihkan kebun.

Menurutnya, rombongan penyerang datang menggunakan tiga truk Colt Diesel dan dua mobil double cabin. Mereka kemudian menyerang para pekerja menggunakan kayu dan besi.

Gunawan mengaku mengalami luka pada hidung dan tangan. Ia juga menyebut mendapat ancaman menggunakan senjata api serta kehilangan dua telepon seluler.

Korban lainnya, Rizaldi (44), mengalami luka terbuka di kepala serta cedera pada tangan dan mata akibat dipukul dan ditendang.

“Kepala saya bocor, tangan dihantam balok kayu, mata ditendang dan saya diseret,” kata Rizaldi.

Ia menyebut sekitar 25 orang mengalami luka-luka. Satu korban disebut dalam kondisi kritis, sedangkan sekitar 28 pekerja lainnya masih berada di kawasan kebun.

Juru bicara masyarakat, Abdul Aziz, mengatakan penyerangan diduga berkaitan dengan konflik pengelolaan lahan sawit sekitar 2.000 hektare di Afdeling 19 dan 21 yang diklaim masyarakat.

Lahan tersebut sebelumnya dikelola melalui pola kemitraan dengan PT Torganda. Namun, pada 2025 lahan disita Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) karena disebut masuk kawasan hutan dan kemudian pengelolaannya diserahkan kepada PT Agrinas Palma Nusantara.

Aziz menyebut masyarakat tidak lagi menerima hasil perkebunan setelah pengelolaan beralih. Kondisi itu kemudian memicu upaya warga mengambil kembali lahan yang mereka klaim sebagai miliknya.

Masyarakat juga menduga adanya keterlibatan Agrinas dalam penyerangan. Namun, tudingan tersebut belum terbukti secara hukum.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Hasyim Risahondua membenarkan laporan tersebut. Polisi kini memeriksa saksi, mencari para pelaku dan melengkapi berkas penyelidikan.

“Selanjutnya memeriksa saksi-saksi, mencari keberadaan pelaku-pelaku dan melengkapi berkas,” ujar Hasyim.**

 

Tags

Terkini