Kasus Tewasnya Petugas Marka: Polisi Bantah Isu Mabuk dan Uang Damai

Kasus Tewasnya Petugas Marka: Polisi Bantah Isu Mabuk dan Uang Damai
Pelaku penabrak pekerja Marka jalan di Pekanbaru Riau (foto:Ss sosmed)

iniriau.com, PEKANBARU – Media sosial diramaikan oleh video pengakuan seorang pengemudi mobil berinisial SH (28) yang menabrak hingga menewaskan petugas marka jalan, Masrial (30). Dalam rekaman tersebut, SH justru menyoroti kerusakan mobilnya sambil tertawa, sehingga memicu kemarahan publik.

Video yang beredar luas melalui akun Instagram memperlihatkan SH lebih mempersoalkan kondisi kendaraan dibandingkan nyawa korban. Ucapan SH yang menyebut alasan tidak membawa mobil saat pergi minum juga memunculkan dugaan bahwa ia mengemudi dalam kondisi mabuk.

Menanggapi hal tersebut, Kasatlantas Polresta Pekanbaru AKP Satrio BW Wicaksana menegaskan bahwa hasil pemeriksaan medis menunjukkan SH tidak berada di bawah pengaruh alkohol maupun narkoba.

“Hasil tes urin negatif. Tidak ditemukan kandungan alkohol atau zat terlarang,” ujar AKP Satrio, Senin (2/2).

Polisi juga membantah isu adanya uang pembebasan sebesar Rp1 miliar yang sempat beredar di media sosial. “Informasi itu tidak benar. Pelaku masih kami tahan,” tegasnya. Meski tidak mabuk, penyelidikan mengungkap kecelakaan terjadi akibat kelalaian pengemudi. 

SH diketahui menggunakan ponsel untuk melakukan panggilan video saat berkendara. Ketika ponsel terjatuh dan hendak diambil, konsentrasi SH terganggu hingga mobil oleng dan berpindah lajur. Korban yang tengah mengerjakan marka jalan sebenarnya sudah terlihat oleh pelaku dari jarak sekitar 15 meter. Namun, karena panik, SH justru menginjak pedal gas sehingga tabrakan tak terhindarkan.

Saat ini, polisi masih melanjutkan proses hukum untuk mendalami unsur kelalaian yang menyebabkan korban meninggal dunia.**

#Hukrim

Index

Berita Lainnya

Index