Riau Puncaki Jumlah Hotspot di Sumatera, BMKG Deteksi 100 Titik Panas

Riau Puncaki Jumlah Hotspot di Sumatera, BMKG Deteksi 100 Titik Panas
Ilustrasi kebakaran lahan (foto:freepik)

iniriau.com, PEKANBARU – Provinsi Riau kembali menjadi daerah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Pulau Sumatera. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, hingga Jumat (6/2/2026) pagi, sebanyak 100 hotspot terpantau di wilayah ini.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun R, mengatakan total hotspot yang terdeteksi di seluruh Sumatera mencapai 131 titik. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berada di Provinsi Riau.
“Sebaran hotspot di Riau mendominasi wilayah Sumatera,” ujar Anggun.

BMKG mencatat, Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak yakni 41 titik. Disusul Kabupaten Bengkalis sebanyak 37 titik. Selain itu, Kota Dumai terpantau 10 titik panas, Kabupaten Siak dan Indragiri Hilir masing-masing 4 titik.

Sementara itu, hotspot juga ditemukan masing-masing satu titik di Kabupaten Kepulauan Meranti, Kampar, Rokan Hilir, dan Rokan Hulu. Untuk wilayah Sumatera lainnya, BMKG mendeteksi hotspot di Aceh 9 titik, Sumatera Utara 9 titik, Sumatera Barat 3 titik, Kepulauan Riau 3 titik, Sumatera Selatan 2 titik, Bengkulu 2 titik, Bangka Belitung 2 titik, serta Jambi 1 titik.

Berdasarkan analisis citra satelit, dari 100 hotspot di Riau, sebanyak 11 titik berada pada tingkat kepercayaan tinggi dan telah dikonfirmasi sebagai titik api. Sebanyak 88 titik berada pada kategori kepercayaan sedang, sementara 1 titik berada pada level rendah.

BMKG mengingatkan, meningkatnya jumlah hotspot dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama jika kondisi cuaca kering disertai angin yang cukup kuat. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melapor jika menemukan tanda-tanda kebakaran di sekitarnya.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index