iniriau.com, PEKANBARU – Sebanyak 2.665 kasus kekerasan terhadap anak tercatat di Provinsi Riau sepanjang 2023-2025. Kasus tersebut tersebar di 12 kabupaten/kota.
Kasi Pengaduan DP3AP2KB Riau, Hendri Samantha, mengatakan jumlah kasus mengalami kenaikan pada 2024, kemudian menurun pada 2025.
“Pada 2023 ada 833 kasus, 2024 sebanyak 951 kasus dan 2025 tercatat 881 kasus,” kata Hendri, Rabu (12/8/2026).
Dari data tersebut, korban perempuan masih mendominasi. Pada 2023 tercatat 795 korban perempuan dan 217 laki-laki. Kemudian 2024 sebanyak 766 perempuan dan 306 laki-laki, serta 2025 terdapat 679 perempuan dan 298 laki-laki.
Kekerasan seksual menjadi bentuk kekerasan yang paling banyak dilaporkan selama tiga tahun terakhir. Kasusnya mencapai 572 pada 2023, 572 pada 2024 dan 547 kasus pada 2025.
Selain kekerasan seksual, laporan juga mencakup kekerasan fisik, psikis, penelantaran, eksploitasi, trafiking dan kategori lainnya.
Hendri menyebut pemerintah terus memperkuat pencegahan melalui edukasi di sekolah, perguruan tinggi dan masyarakat.
“Penanganan juga dilakukan melalui pendampingan psikologis, asesmen, mediasi, rehabilitasi sosial hingga pemulihan spiritual,” ujarnya.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan anak korban kekerasan mendapatkan perlindungan, pendampingan dan pemulihan secara menyeluruh.**