iniriau.com, BENGKALIS – Kasus pembacokan terhadap seorang pengemudi ojek di Kabupaten Bengkalis, Riau, diduga dipicu persoalan ongkos perjalanan. Polisi telah mengamankan seorang remaja berusia 14 tahun yang diduga menjadi pelaku dalam peristiwa tersebut.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Siregar menjelaskan, kejadian itu berlangsung pada Senin (14/9/2026) dini hari. Korban sebelumnya menjemput pelaku di Pelabuhan Roro Air Putih untuk diantar ke wilayah Desa Kembung Baru.
Menurut Fahrian, sebelum berangkat keduanya telah menyepakati tarif perjalanan sebesar Rp200 ribu. Namun di tengah perjalanan terjadi perbedaan terkait ongkos yang kemudian disebut naik menjadi Rp250 ribu.
“Dari hasil pemeriksaan, motif sementara karena pelaku merasa keberatan dengan perubahan tarif yang sebelumnya disepakati Rp200 ribu menjadi Rp250 ribu,” kata Fahrian, Kamis (17/9/2026).
Setelah tiba di lokasi yang relatif sepi, pelaku diduga meminta korban menghentikan kendaraan dengan alasan hendak masuk ke rumah. Korban yang tidak menaruh curiga kemudian menunggu di pinggir jalan.
Tak lama berselang, pelaku diduga kembali sambil membawa parang dan menyerang korban. Tebasan senjata tajam itu mengenai bagian kepala korban hingga terjatuh di lokasi kejadian.
Warga yang menemukan korban segera memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Polres Bengkalis yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan menelusuri keberadaan pelaku. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan remaja tersebut di kediamannya di Desa Kembung Luar.
Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Polisi juga mengamankan parang yang diduga digunakan saat melakukan pembacokan.
“Parang itu diambil dari kapal pompong milik orang tuanya,” ujar Fahrian.
Saat ini perkara tersebut masih dalam penanganan penyidik Polres Bengkalis. Proses hukum dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dengan mempertimbangkan status pelaku yang masih di bawah umur.**