iniriau.com, Pekanbaru - Ketua DPC Patai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pekanbaru Taufik Arrakhman mengapresiasi kebijakan pembangunan yang dilaksanakan oleh Walikota Pekanbaru Agung Nugroho beberapa waktu belakangan ini.
Ia melihat saat ini sudah banyak perubahan-perubahan pembangunan di kota Pekanbaru seperti, perbaikan jalan rusak, pengelolaan sampah, penataan tiang reklame, sehingga kota bertuah terlihat mulai asri dan nyaman.
Namun, ada satu kebijakan lagi yang mungkin harus menjadi perhatian khusus bagi Walikota Pekanbaru Agung Nugroho yaitu, penyediaan lapangan kerja baru dan mengajak para investor untuk berinvestasi di Pekanbaru.
"Pemko harus membuka lapangan pekerjaan baru, karena saat ini banyak warga kota Pekanbaru yang susah mendapatkan pekerjaan. Salah satu imbas negatif dari banyaknya pengangguran ini adalah tingginya angka kriminalitas di Pekanbaru," kata Taufik mengawali wawancaranya dengan iniriau.com, Selasa (10/2)
Ia menegaskan saat membuka peluang kerja tersebut, Pemko Pekanbaru harus mengutamakan pencari kerja tempatan terlebih dahulu.
"Ya, Pemko Pekanbaru harus utamakan pencari kerja tempatan terlebih dahulu. Tapi, bukan berarti membatasi pencari kerja dari luar daerah, kan sudah ada persentasnta di regulasi UU tenaga kerja," kata Taufik lebih lanjut.
Lalu, Taufik meminta agar Pemko Pekanbaru juga bisa menarik investor untuk berinvestasi di kota bertuah. Dengan banyaknya investor membuka usahanya, maka penyerapan tenaga kerja juga lebih maksimal.
"Jika banyak investor yang berinvestasi di kota kita ini, maka penyerapan tenaga kerja itu pasti maksimal, karena lapangan pekerjaan terbuka luas. Satu hal lagi, permudah izin membuka usaha di kota Pekanbaru, sehingga para investor berbondong-bondong melirik Pekanbaru sebagai tempat mengembangkan usahanya. Setelah mereka buka usahanya, baru nanti kita minta ikuti regulasi-regulasi lanjutan yang harus dipatuhi," tutupnya Taufik Arrakhman mengakhiri penjelasannya.
Dari laman resmi Pekanbaru Go. Id pada pelaksanaan Pekanbaru Job Fair Juni 2025 lalu, terdata 2.124 pencari kerja, dengan sebanyak mendaftar, 1.179 lowongan kerja dari 40 perusahaan yang bergerak di sektor jasa dan perdagangan.
Sementara itu,serapan tenaga kerja di bulan September 2025, tercatat 284 orang telah diterima bekerja dari lowongan yang dibuka, dengan tingkat serapan sekitar 42%.**