Lapas Bengkalis Kembangkan Budidaya Maggot, Sampah Dapur Jadi Pakan Ayam

Lapas Bengkalis Kembangkan Budidaya Maggot, Sampah Dapur Jadi Pakan Ayam
Seorang warga binaan di Lapas Kelas IIA Bengkalis tengah memanen maggot hasil budidaya di dalam Lapas, Selasa (24/2/2026). (Foto-Rudi Chan)

iniriau.com, BENGKALIS – Inovasi pengelolaan limbah dilakukan Lapas Kelas IIA Bengkalis dengan mengembangkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Program ini memanfaatkan sisa makanan dari dapur lapas untuk diolah menjadi pakan ternak ayam bernilai gizi tinggi.

Kegiatan tersebut dijalankan di area Bimbingan Kemandirian dan dikelola Seksi Kegiatan Kerja yang dipimpin David Susilo, dengan melibatkan sejumlah warga binaan. Sampah organik yang sebelumnya terbuang kini dipilah dan difermentasi sebagai media tumbuh larva maggot.

Kepala Lapas Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menjelaskan budidaya maggot dipilih karena kemampuannya mengurai limbah organik secara cepat dan efisien. Selain membantu mengurangi volume sampah, hasil panen maggot juga dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ayam.

“Larva maggot memiliki kandungan protein dan lemak yang baik untuk pertumbuhan ternak, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Ia menambahkan, proses budidaya dilakukan dengan pengawasan rutin oleh petugas, mulai dari pemilahan sampah hingga masa panen. Hal itu dilakukan untuk memastikan kebersihan area budidaya serta kualitas larva tetap terjaga.

Tak hanya berdampak pada pengelolaan lingkungan, program ini juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Mereka dibekali pengetahuan teknis tentang manajemen limbah dan siklus hidup serangga BSF, yang dapat menjadi bekal usaha setelah bebas nanti.

Melalui program berbasis ekonomi sirkular ini, Lapas Bengkalis berkomitmen terus mengembangkan unit usaha mandiri yang produktif dan ramah lingkungan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index