Berulang Kali Muncul di Permukiman, Beruang Madu Kerumutan Berhasil Dievakuasi

Berulang Kali Muncul di Permukiman, Beruang Madu Kerumutan Berhasil Dievakuasi
Beruang madu yang dievakuasi dari pemikiran warga di Pelalawan (foto: BBKSDA)

iniriau.com, PELALAWAN – Upaya penanganan konflik satwa liar kembali dilakukan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Seekor beruang madu yang beberapa kali terlihat di sekitar permukiman warga Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, berhasil diamankan petugas setelah masuk ke kandang jebak yang dipasang sebelumnya.

Kemunculan satwa dilindungi tersebut sempat membuat warga waspada. Menyikapi laporan masyarakat, tim Resor KSDA Kerumutan Tengah melakukan pemantauan dan memasang kandang jebak pada akhir Mei 2026 di lokasi yang diduga menjadi lintasan beruang.

Hasilnya, pada 19 Juni 2026 petugas menemukan seekor beruang madu telah berada di dalam kandang jebak. Selanjutnya satwa tersebut dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan kondisi fisik sebelum dilepasliarkan.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan beruang madu itu berada dalam kondisi sehat tanpa ditemukan tanda-tanda cedera.

"Tim memastikan satwa dalam kondisi baik dan tidak mengalami luka pada bagian tubuhnya," kata Supartono, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan, perilaku satwa yang masih aktif dan menunjukkan sifat liar menjadi pertimbangan utama untuk mengembalikannya ke habitat alami yang jauh dari aktivitas masyarakat.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan warga sekaligus memastikan kelestarian satwa yang dilindungi.

Proses evakuasi turut melibatkan perangkat kelurahan, masyarakat setempat, serta aparat keamanan guna memastikan kegiatan berjalan aman dan terkendali.

BBKSDA Riau mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik dengan satwa liar. Warga diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan kembali keberadaan beruang madu di sekitar kawasan permukiman.**

 

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index