Iniriau.com, Pekanbaru - Kondisi kabut asap tebal yang kembali menyelimuti Kota Pekanbaru sejak sepekan terakhir, membuat kualitas udara memburuk drastis sejak Selasa (25/08) pagi. Bencana kabut asap ini, terntunya membuat prihatin banyak pihak termasuk DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pekanbaru.
Berdasarkan data yang ditampilkan di situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi PM2.5 pada pukul 00.00 WIB tercatat mencapai 484,3 µg/m³.
Memburuknya kualitas udara ini membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.
Kondisi tersebut turut mendapat perhatian DPD PKS Kota Pekanbaru. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, DPD PKS Pekanbaru menggelar aksi pembagian masker gratis di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di kawasan simpang Gramedia, Pekanbaru, Selasa (25/08).
Aksi tersebut melibatkan Wakil Walikota Pekanbaru sekaligus Ketua DPD PKS Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, bersama sejumlah anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PKS, yakni dr Meiza Ningsih, Firmansyah, Hamdani, Muhammad Sabarudi dan Rois.
Pada tahap awal, sebanyak 2.000 masker dibagikan kepada masyarakat. Jumlah tersebut merupakan bagian dari target pembagian sebanyak 10.000 masker kepada masyarakat di Riau.
Ketua DPD PKS Kota Pekanbaru sekaligus Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar mengatakan, aksi pembagian masker tersebut merupakan bentuk kepedulian PKS terhadap masyarakat di tengah kondisi kabut asap. DPD PKS Pekanbaru turun langsung ke sejumlah lampu merah untuk membagikan masker kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan karena kondisi udara sejak malam hingga siang hari dinilai cukup berbahaya dan tidak sehat.
"Hari ini kita DPD PKS Pekanbaru turun ke lampu merah di beberapa titik membagikan masker untuk masyarakat, mengingat kondisi udara kita dari malam hingga siang ini cukup berbahaya dan tidak sehat," ujar Markarius.
Ia berharap aksi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
"Maka kita berharap dengan aksi turun ini masyarakat lebih sadar, lebih aware bahwa kita perlu menjaga kesehatan dan kalau keluar rumah wajib menggunakan masker," katanya.
Markarius menyebut masih banyak pengendara sepeda motor yang belum menggunakan masker. Karena itu, selain membagikan masker, pihaknya juga memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat.
"Tadi kita lihat masih banyak pengendara roda dua yang belum menggunakan masker. Jadi tadi kita langsung edukasi dan kita ajak langsung menggunakan masker," ujarnya.
Sementara itu Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PKS, Muhammad Sabarudi mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai langkah nyata untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi udara yang semakin memburuk.
"Kita melihat kondisi udara Pekanbaru saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Karena itu, pembagian masker ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kita kepada masyarakat agar mereka bisa mengurangi risiko terpapar langsung oleh asap dan partikel udara," ujar Sabarudi.
Menurut Sabarudi, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih menyelimuti Pekanbaru. Ia mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.
"Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Kalau memang tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah. Kalau harus keluar, gunakan masker," katanya.
Hal senada disampaikan anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PKS, dr Meiza Ningsih. Ia menilai kondisi udara dengan konsentrasi PM2.5 yang sangat tinggi tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
"Kondisi seperti ini harus menjadi perhatian bersama. PM2.5 merupakan partikel yang sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat perlu melakukan perlindungan diri, salah satunya dengan menggunakan masker," ujar Meiza.
Srikandi PKS Pekanbaru ini juga mengingatkan masyarakat untuk membatasi paparan udara luar, terutama bagi anak-anak dan orang lanjut usia.
"Kalau kualitas udara sedang buruk, anak-anak sebaiknya tidak banyak beraktivitas di luar rumah. Orang tua juga harus memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarganya. Jika muncul keluhan seperti batuk, sesak atau gangguan pernapasan, jangan diabaikan," katanya.
PKS Pekanbaru menargetkan sebanyak 10.000 masker dibagikan kepada masyarakat di Riau. Pembagian dilakukan secara bertahap di sejumlah lokasi yang menjadi titik aktivitas masyarakat.
Sebanyak 2.000 masker yang dibagikan pada tahap awal diharapkan dapat membantu masyarakat yang tetap harus beraktivitas di tengah memburuknya kualitas udara.
"Kita ingin hadir di tengah masyarakat, terutama ketika kondisi seperti sekarang. Mudah-mudahan masker yang kita bagikan ini bisa membantu masyarakat dan kita berharap kondisi udara segera membaik," ujar dr Meiza.
Dengan kondisi PM2.5 yang sempat menembus lebih dari 500 µg/m³, masyarakat Pekanbaru kini dihadapkan pada ancaman kabut asap yang tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Di tengah situasi tersebut, upaya pencegahan dan perlindungan masyarakat dinilai menjadi hal penting sembari menunggu penanganan sumber kebakaran hutan dan lahan serta membaiknya kondisi udara di Pekanbaru. **